Pages

KOMPUTER ADMINISTRASI

Selasa, 05 April 2016



Nama : Anindia Pradanari
No. Reg : 8105145058
Pend. Administrasi Perkantoran
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
KOMPUTER ADMINISTRASI

Pada era globalisasi ini kita dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman mengenai teknologi. Teknologi adalah jalan pembuka bagi setiap orang untuk membuat segalanya menjadi praktis. Komputer administrasi adalah sebuah studi yang mempelajari teknologi dalam dunia administrasi. Studi ini mempelajari pengunaan Microsoft Office sebagai media dalam kegiatan administrasi. Seperti Microsoft Word, Mirosoft Excel, Microsot Power Point dan lain Microsoft Outlook yang di olah sebagai softcopy. Melalui studi ini diharapkan perkembangan dunia administrasi menjadi semakin maju, karena tenaga ahli yang professional adalah tenaga ahli yang mengenal dunia teknologi dalam pekerjaannya dengan berlandaskan sikap professional dalam bekerja berdasarkan norma yang berlaku dalam melakukan tugas administrasi tersebut.
Pengetahuan administrasi pada dasarnya adalah pengetahuan mengenai pengolahan data. Seperti halnya dalam Microsoft Word adalah sistem yang mempelajari dasar komputer dalam pengolahan kata. Melalui Microsoft Word juga tenaga administrasi dapat mempunyai keahlian dalam manajemen file dan folder, yakni sebuah penyimpanan data dengan menggunakan folder pada data yang telah diolah sepert lemari arsip pada dokumen yang berbentuk hardcopy tetapi dalam hal ini dokumen tersebut berbentuk data dalam computer. Kemudian dengan menggunakan fitur ini juga seorang tenaga administrasi dapat membuat berbagai dokumen surat, proposal dan aneka formulir administrasi yang pada dasarnya dokumen tersebut adalah dokumen yang berkaitan dengan kegiatan administrasi.

Kemampuan manusia dalam berinteraksi dengan komputer merupakan kegiatan yang meliputi desain, evaluasi dan implementasi dalam sistem komputer yang interaktif sehingga dapat digunakan oleh manusia dengan mudah.

Interaksi manusia dengan komputer adalah sebuah hubungan antara manusia dan komputer yang mempunyai karakteristik tertentu untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan menjalankan sebuah sistem yang menggunkan antar muka atau interface.

Umumnya sebuah program aplikasi terdiri dari dua bagian yaitu bagian antar muka yaitu bagian yang berfungsi sebagai sarana dialog antara manusia dengan komputer. Bagian yang kedua yaitu bagian aplikasi yaitu bagian yang berfungsi untuk menghasilkan informasi berdasarkan olahan data yang sudah dimasukan oleh pengguna lewat alogaritma yang diisyaratkan oleh aplikasi tersebut.
Media antar muka manusia dan komputer terbagi menjadi dua yaitu :
1.    
  Media tekstual, yaitu media dengan bentuk sederhana dialog atau komunikasi antar manusia dan komputer yang hanya berisi teks dan kurang menarik. Contohnya perintah print dalam Borland C++
2.      Media GUI (Graphical User Interface), yaitu media dengan bentuk dialog atau komunikasi antara manusia dan komputer yang berbentuk grafis dan sangat atraktif. Contohnya antar muka berbentuk grafis menggunakan pemograman visual.

Dalam hal ini dapat diambil kesimpulan bahwa komputer administrasi bukan hanya mencangkup tentang bagaimana seorang tenaga administrasi melakukan kegiatan administrasi menggunakan komputer teapi bagaimana seorang tenaga administrasi memahami perannya dalam perkembangan teknologi yang dapat mengembangkan dunia administrasi kedalam ranah globalisasi atau dunia.
Komputer merupakan perangkat keras yang digunakan oleh manusia sekitar abad 20 yang memberikan fitur beragam tujuannya adalah untuk memberikan kemudahan dalam pekerjaan administrasi atau kegiatan lainnya.

Administrasi adalah kegiatan dalam perusahaan atau organisasi yang melibatkan pencatatan, pemyimpanan dan pengendalian sejumlah warkat. Jadi komputer administrasi dapat dikatakan sebagai era reformasi dari kegiatan administrasi karena didalamnya terdapat pembaharuan sistem yang tadinya menyimpan data melalui hardcopy berganti menjadi softcopy.  Tetapi revolusi dalam hal ini tidak hanya mencangkuo tentang penyimpanan warkat tetapi tentang segala hal yang berkaitan dengan kegiatan administrasi, misalnya pembuatan laporan mengenai produk, proposal dan sebagainya.

Kecakapan manusai dalam kegaiatan komputerisasi sangat diperlukan, karena seiring dengan perkembangan zaman teknologi seperti ini bukanlah hal yang luar biasa tetapi harus sudah menjadi biasa atau menjadi kebiasaan tenaga administrasi dalam kegiatannya.

Kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan administrasi dengan mengunakan komputer yang segala sesuatunya sudah mudah dilakukan tentunya harus dibarengi dengan norma yang berlaku, artinya segala sesuatu yang dilakukan dalam kegiatan administrasi harus berdasarkan sikap dan nilai yang baik.

Sumbangsih teknologi terhadap perkembangan kegiatan administrasi tidak hanya berupa perangkat-perangkat yang digunakan dalam kegiatan administrasi. Degan berkembangnya teknologi tenaga administrai atau seseorang yang berkecimpung dalam dunia administrasi mendapatkan pengetahuan yang lebih, yakni pengetahuan tentang keterampilan bagaimana mengunakan komputer atau teknologi lainnya.

Pembuatan surat pada zaman dahulu masih mengunakan mesin tik, tetapi dalam komputer administrasi seseorang dapat membuat surat dengan hanya mengetik pada komputer melalui Microsoft Word. Tetapi sayangnya keterampilan tersebut membuat seseorang menjadi malas dalam mempelajari hal yang manual. Konsep dalam sebuah surat tidak dapat begitu saja dapat dibuat oleh seseorang. Surat adalah media yang digunakan oleh seseorang sebagai media komunikasi oleh komunikan kepada komunikator. Dalam hal ini seseorang bisa saja mengkopy konsep surat dari pada orang lain hanya dengan mengganti konten sesuai dengan keperluannya, dapatdisimpulkan berawal dari hal inilah seseorang menjadi malas dalam hal pengkonsepan.

Segala sesuatu yang manual bukan berarti hal yang kuno, misalnya dalam penympanan arsip. Sistem tradisional mengajarkan tenaga ahli dalam kearsipan menyimpan surat dengan mengunakan filling kabinet dalam ruangan berdasarkan suhu tertentu sebagai aturan agar warkat atau dokumen tidak rusak, penyimpanan tersebut dapat disimpan berdasarkan abjad, nomor, wilayah, kronologis, dan tanggal. Tetapi dalam komputer administrasi seorang tenaga ahli diajarkan menyimpan warkat menggunakan komputer dengan hanya membuat folder pada komputer.

Seseorang yang telah mempelajari segala sesuatu dengan manual pasti akan lebih faham mengenai cara penyimpanan arsip disbanding dengan seseorang yang hanya mempelajari pada cara yang praktis. Artinya segala sesuatu yang dianggap kuno adalah hal dasar dari sebuah teknologi contohnya penyimpanan arsip manual dengan penyimpanan arsip dengan komputerisasi.

Komputer administrasi mengajarkan calon tenaga ahli untuk mengetahui apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan dalam kegiatannya. Teknologi hendaknya digunakan dengan bijaksana agar penggunaannya dapat bermanfaat bagi orang banyak. Perlu diingat juga seseorang perlu mempelajari hal dasar terlebih dahulu sebelum mengunakan hal-hal yang dianggap praktis dengan komputerisasi.

Pada dasarnya semua bentuk ilmu pengetahuan adalah hal yang bermanfaat salah satunya adalah studi mengenai komputer administrasi ini. Dunia administrasi perlu perubahan salah satunya dengan teknologi. Tekologi merupakan sesuatu yang dianggap modern oleh halayak ramai, dengan teknologi semua bisa terselesaikan dengan praktis. Hanya saja dalam prakteknya perlu berdasarkan nilai dan sikap yang sadar dan wajar, artinya seseorang dapat mengunakan teknologi dalam ranah yang jujur misalnya dengan tidak mengcopy paste karya orang lain tanpa menyertakan sumber atau catatan kaki pada karya tulisnya. Intinya sesuatu yang dilakukan secara jujur dan bijaksana akan menghasilkan sesuatu yang memuaskan. Seperti kata pepatah bahwa proses tidak akan menghiananti hasil. Komputer administrasi adalah media bagi tenaga administrasi untuk mempelajari teknologi dalam dunia administrasi.
Read more ...

PENDIDIKAN UNTUK KITA

Rabu, 14 Oktober 2015
Pendidikan merupakan pembentuk kepribadian individu, pendidikan juga merupakan barometer penentu bangsa yang maju. Pendidikan bagi seseorang merupakan secercah harapan untuk bertahan hidup dengan pendidikan orang beranggapan dapat diakui sebagai bangsa yang beradab. Terkadang bagi sebagian orang pendidikan hanya sekedar pendidikan, padahal artinya lebih dari itu.

Dapat dilihat dari berbagai sisi, mereka yang mengikuti pendidikan atau yang berada dalam lingkungan pendidikan terkadang hanya sekedar ikut dan tidak paham arti pendidikan, pemikiran tentang belajar dan pembelajaran didalamnya perlu sedikit dijabarkan sebagai pengetahuan bagi mereka agar mengerti mengapa mereka harus mengikuti pendidikan. Mengikuti pendidikan bukan hanya sekedar prasyarat umum, belajar merupakan proses pembentukan karakter, belajar merupakan media untuk membuka jendela dunia, pengetahuan yang terdapat didalamnya merupakan hasil belajar dalam lingkungan pendidikan.

Lalu sebenarnya apa arti pendidikan ? mengapa pendidikan begitu penting ?, seperti halnya manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, selain membutuhkan orang lain untuk hidupnya, manusia pun butuh ilmu untuk menuntun hidupnya. Setidaknya ilmu dapat membawa seseorang dalam kesehateraan, kesejahteraan yang didapat dari pendidikan berupa kenyamanan hidup, kemudahan dalam pekerjaan, dan tentunya pengakuan dari masyarakat. Tidak hanya dilingkungan formal pendidikan dapat di jumpai dilingkungan non-formal.

Pendidikan seperti sifat sasarannya yaitu manusia, mengandung banyak aspek dan sifatnya sangat kompleks. Karena sifatnya yang kompleks itu, maka tidak sebuah batasanpun yang cukup memadai untuk menjelaskan arti pendidikan secara lengkap.[1]

Belajar adalah kegiatan dimana seseorang yang tidak tahu menjadi tahu, belajar merupakan proses memanusiakan manusia dimana didalamnya terdapat kegiatan pembentukan karakter dan kepribadian masing-masing individu. Proses penyerapan ilmu pada kegiatannya adalah belajar yang merupakan kegiatan menyeluruh dalam dunia pendidikan.

Namun, dunia pendidikan di Indonesia masih memiliki beberapa kendala yang berkaitan dengan mutu pendidikan diantaranya adalah keterbatasan akses pada pendidikan, jumlah guru yang belum merata, serta kualitas guru itu sendiri dinilai masih kurang. Terbatasnya akses pendidikan di Indonesia, terlebih lagi di daerah berujung kepada meningkatnya arus urbanisasi untuk mendapatkan akses ilmu yang lebih baik di perkotaan.[2]

Bagi daerah yang jauh dari hiruk pikuknya keramaian seperti didesa pendidikan adalah barang mahal, hanya sebagian orang yang dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi bahkan untuk melanjutkan ke jenjang SMP saja walaupun sudah di gratiskan oleh pemerintah tetap saja ada sebagian anak yang tidak melanjutkan ke jenjang tersebut, alasannya tetap sama yaitu biaya, tetapi ada juga yang beralasan bahwa pendidikan tidak akan merubah kehidupannya karena mereka berfikir pendidikan tidak menjamin masa depannya. Untuk mencetak generasi muda yang lebih maju perlu dikembangkan minat belajar yang tinggi dari sejak dini hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Mungkin bagi sebagian masyarakat ini soal biaya tapi untuk segelintir orang ini adalah cara melanjutkan hidup.

Keterbatasan akses pada daerah pedesaan merupakan hal sangat memprihatikan persoalan ini dipicu oleh lemahnya distribusi terhadap berbagai aspek, seperti halnya internet dan bahan bagi kegiatan belajar yang kurang merata menyebabkan anak-anak pedesaan tertinggal jauh dari pada anak-anak yang berada di kota. Tetapi tidak sedikit anak-anak yang berada didesa memiliki semangat belajar yang tinggi bahkan demi menampung semangat anak-anak yang begitu mengebu-gebu yang haus akan pendidikan banyak relawan yang membangun sekolah gratis guna memberdayakan anak-anak dari kalangan yang tidak mampu.

Dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional telah diatur bagaimana pendidikan nasional dilaksanakan. Diantaranya pada undang-undang nomor 20 tahun 2003 bab 1 pada ketentuan umum pasal 1 ayat satu disebutkan bahwa “pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.[3]

Mengacu pada undang-undang tentang pendidikan nasional telah secara jelas dituliskan bahwa pendidikan dapat membantu peserta didiknya untuk mendapatkan keterampilan yang sesuai keahliannya untuk keperluan hidup dan untuk bertahan hidup sebagai manusia yang berkualitas. Tentunya sosialisasi mengenai pentingnya pendidikan perlu dilaksanakan agar bangsa kita memiliki SDM yang berkualitas serta mampu bersaing dengan negara maju lainnya. Selanjutnya pendidikan juga dapat membentuk karakter individu yang memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, artinya pendidikan dapat mencetak generasi yang beriman, membantu dalam pengahayatan keagamaan agar setiap individu mempunyai pegangan terhadap sesuatu yang dianggapnya sebagai Tuhan dan tentunya kehidupan menjadi teratur sesuai pola sehingga kehidupan bermasyarakat pun menjadi sejahtera karena masyarakatnya mempunyai akhlak yang mulia. Begitu pentingnya pendidikan bagi kita, sebagai generasi penerus bangsa maka perlu disadari mengapa pendidikan di Indonesia ini kurang merata pelaksanaannya sehingga mutu pendidikan dianggap kurang.

Lalu persoalan lainnya yang menyebabkan kurangnya mutu pendidikan pada daerah pinggiran atau pedesaan adalah jumlah guru yang kurang merata. “Salah satu permasalahan ketersediaan guru bagi sekolah yang kekurangan guru adalah menumpuknya guru PNS di perkotaan”[4]. Kebijakan pemerataan guru sebenarnya sudah ada sejak dahulu hanya saja pemindahan guru dari kota tidak begitu saja dapat dilaksanakan, banyak pertimbangan seperti dari segi politik dan ekonomi begitupula dari segi sarana dan prasarana yang kurang memadai pada daerah terpencil. Tentunya anggaran pemerintah pun sangat berperan penting dalam hal ini.

Ada beberapa data mengenai hasil buruk yang dicapai dunia pendidikan Indonesia pada beberapa tahun terakhir. Pertama sebanyak 75 persen sekolah di Indonesia tidak memenuhi standar layanan minimal pendidikan. Kedua nilai rata-rata kompetensi guru di Indonesia hanya 44,5. Padahal, nilai standar kompetensi guru adalah 75. Ketiga Indonesia masuk dalam peringkat 40 dari 40 negara, pada pemetaan kualitas pendidikan, menurut lembaga The Learning Curve. Keempat dalam pemetaan di bidang pendidikan tinggi, Indonesia berada di peringkat 49, dari 50 negara yang diteliti.  Kelima pendidikan Indonesia masuk dalam peringkat 64, dari 65 negara yang dikeluarkan oleh lembaga Programme for International Study Assessment (PISA), pada tahun 2012. Tren kinerja pendidikan Indonesia pada pemetaan PISA pada tahun 2000, 2003, 2006, 2009, dan 2012, cenderung stagnan. Terakhir Indonesia menjadi peringkat 103 dunia, negara yang dunia pendidikannya diwarnai aksi suap- menyuap dan pungutan liar. Selain itu angka kekerasan yang melibatkan siswa di dalam dan luar sekolah di Indonesia mencapai 230 kasus.[5]

Kemudian kebijakan seperti apa yang sebaiknya dilakukan oleh pemerintah untuk memperbaiki sistem pendidikan di indonesia ? pertanyaan semacam ini sepertinya mungkin sudah sering dilayangkan pada beberapa rapat kependidikan namun hasilnya tetap saja sama. Menyalahkan pemerintah bukanlah hal yang benar, pemerintah juga sudah berusaha bagaimana mendesain pendidikan di Indonesia sedemikian rupa dengan harapan pendidikan di Inonesia akan meningkat atau bahkan melampaui negara maju lain tetapi sayangnya belum. Pendidikan yang baik adalah usaha bersama.

Sebenarnya didaerah pun sudah banyak sekolah-sekolah yang mulai bersaing dengan daerah perkotaan, bahkan biayanya pun digratiskan tetapi masih ada orang tua yang mengeluhkan tentang biaya, seperti seragam, buku pelajaran dan lain-lain. Jika ingin pendidikan yang baik tentunya sebagai pelajar ataupun orangtua sebagai wali dari siswa perlu berusaha agar anaknya mendapatkan pendidikan yang baik, pemerintah sudah menyediakan fasilitas berupa wajib belajar 12 tahun tinggal bagaimana dari kita memanfaatkan fasilitas tersebut.

Jika fasilitas yang diberikan pemerintah sudah terpenuhi lalu bagaimana dengan peserta didiknya ? peserta didik tentunya harus menyadari bahwa pendidikan itu sangat penting dalam kehidupan. Dalam arus globalisasi yang begitu pesat, kita perlu menyadari ketertinggalan negara kita yang sudah amat jauh dari negara lain, semangat akan belajar perlu di sadari dari sejak dini, pengetahuan adalah kunci seseorang mencapai kesejahteraan. Yang menjadi tujuan utama pengelolaan proses pendidikan yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal[6]. Dengan pengalaman belajar yang optimal tentunya pengetahuan yang didapatkan dari proses belajarpun dapat diaplikasikan dalam kehidupan.

Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar dan indah untuk kehidupan. Karena itu tujuan pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan suatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan. Kekurangfahaman pendidik terhadap tujuan pendidikan dapat mengakibatkan kesalahan didalam melaksanakan pendidikan gejala demikian disebut salah teoritis.

Pendidikan bagi kita adalah pendidikan yang bermanfaat pendidikan yang akan membawa pelajar pada kehidupan yang sejahtera. Ilmu dapat menuntun hidup seseorang lebih baik. banyak contoh yang dapat diambil dari fungsi pengetahuan seperti bapak teknologi kita Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie atau dikenal sebagai BJ Habibie. Dimasa kecil, Habibie telah menunjukkan kecerdasan dan semangat tinggi pada ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya Fisika. Selama enam bulan, ia kuliah di Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB), dan dilanjutkan ke Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule – Jerman pada 1955. Dengan dibiayai oleh ibunya,  R.A. Tuti Marini Puspowardoyo, Habibie muda menghabiskan 10 tahun untuk menyelesaikan studi S-1 hingga S-3 di Aachen-Jerman. Dari sekilas cerita tentang BJ Habibie kita dapat menyimpulkan pendidikan tidak hanya prasyarat umum melainkan kebutuhan hidup.

Tidak perlu meniru pak Habibie yang mengeluti bidang desain dan kontruksi pesawat terbang, tetapi tirulah semangat beliau dalam menuntut ilmu. Kecintaan beliau akan bidang tersebut membawa beliau dalam kesuksesan. Sebagai generasi penerus bangsa, kita perlu menyadari apa potensi kita dan apa keahlian kita setelah itu baru mengembangkannya menjadi sesuatu yang bahkan orang lain kagum akan keahlian kita nanti. Manfaatkanlah fasilitas yang sudah disediakan pemerintah, beasiswa memang hanya akan didapatkan oleh orang yang sesuai dengan kualifikasi yang tertera pada persyaratan, maka dari itu jadilah orang yang berkualifikasi yang dapat bersaing dalam bidang pendidikan.

Ada pepatah mengatakan tuntutlah ilmu ke negeri cina, pendidikan akan membawa kita pada arah yang lebih baik, pendidikan juga akan membuat kita menjadi manusia yang berkualitas. Globalisasi yang mengharuskan kita untuk mengikuti arusnya agar tidak tertinggal dari negara lain tentunya dalam hal teknologi, dengan pendidikan kita dapat memahami bagaimana perkembangan teknologi yakni dengan belajar.

Bagi kita menciptakan suasana pendidikan yang menyenangkan, meningkatkan semangat anak-anak disekitar kita adalah suatu prestasi. Pada akhirnya anak-anak yang putus sekolah pun setidaknya mendapat pendidikan dari tangan-tangan relawan walau pun tidak sepenuhnya, tetapi kemampuan membaca dan menghitung dari pendidikan non-formal akan membantu sedikitnya mereka untuk bertahan hidup.

Maka dari itu kita sebagai generasi muda yang merupakan agen perubahan, berfikirlah kreatif untuk menata pendidikan setidaknya jadilah orang yang peka terhadap lingkungan. Jika belum bisa mnembantu lebih untuk pemerintah maka setidaknya kita membantu anak-anak yang kurang beruntung disekeliling kita. Meniru kebaikan para relawan untuk mendirikan sekolah gratis misalnya atau mengadakan seminar pendidikan untuk menyuarakan kepada dunia atau bisa juga membuat perkumpulan/kelompok belajar dimana kegiatannya adalah kegiatan amal untuk teman-teman kita yang kurang mampu dengan begitu sedikitnya kita telah membantu beberapa persen langkah pemerintah dalam mendidik anak bangsa. Mari cerdaskan anak bangsa, Indonesia pasti bisa.

 


Sumber :

[1] Prof. Dr. Umar Tirtarahardja, Drs. S. L. La Sulo, Pengantar Pendidikan, Rineka Cipta, Jakarta : 2008. Hlm 33

[2] USAID, “Kilas balik Dunia Pendidikan di Indonesia”, From American People, dikases dari : http://www.prestasi-iief.org/index.php/id/feature/68-kilas-balik-dunia-pendidikan-di-indonesia.

[3] Lembaran Legara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta 8 Juli 2003

[4] Widiyanto, Kebijakan Pemerataan Guru, artikel, Artikel Pendidikan General Sertifikasi Guru, Diakses dari : http://widiyanto.com/kebijakan-pemerataan-guru/, Pada Tanggal 21 Februari 2015


[5] Abba Gabrillin, Anies Baswedan Sebut Pendidikan Indonesia Gawat Darurat, News/Edukasi, Diaksesdari:http://edukasi.kompas.com/read/2014/12/01/13455441/anies.baswedan.sebut.pendidikan.ind nesia.gawat.darurat, Pada Tanggal 1 Desember 20014.


[6]Prof. Dr. Umar Tirtarahardja, Drs. S. L. La Sulo, Pengantar Pendidikan, Rineka Cipta, Jakarta : 2008. Hlm 41


Read more ...

Greeting!

Selasa, 13 Oktober 2015
Finally this is the best time to announce that I have a new blog, here hehehe use it well.
Read more ...